Ayo mudik.....!!!!
Wis ndang gage podho mulih neng omahe dhewe-dhewe..
Keluwarga wis mesti podho ngenteni..
Banjur podho sungkem ngaturake sedaya gunging samudra pangaksami..
Ojo lali podho sambang neng dulur tonggo teparo..
Ben podho ojo sampek kepaten obor..
Bali neng desa...
Swasana kang asri lan tanduran kang isih podho ijo royo-royo...
Warga desa kang tansah blaka sutha ing wicara...
Tansah agawe tentreming sopo bae sing ono sakiwo tengen'e..
Tanduran pari lan polowijo..
Jajanan pasar...
Klepon, cenil, tiwul, lan liya-liyane...
Gendhing-gendhing Jawa lan campursari...
Kabeh mau tansa agawe kangening ati...
Pengin bali maneh ning ndesane dhewe-dhewe...
Muga-muga tahun ngarep isih bisa nemoni swasana kabeh mau....
24 September 2008
'Mulih neng Ndesa'
Label:
potrait
23 September 2008
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H"
Lebaran tinggal sejengkal lagi...Saat nya menyambut Hari Kemenangan..
Takbirpun dikumandangkan..
Mengagungkan kebesaran Sang Pencipta..
Allahu Akbar....
Allahu Akbar...
Suara bedug bertalu-talu..
Pertanda datangnya hari kemenangan yang dinantikan...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H..
Mohon Maaf Lahir Dan Bathin...
Label:
FOODtografi
08 September 2008
26 Agustus 2008
"Akhirnya...."
Setelah sekian lama akhirnya masa itu datang juga.....
Pada hari Sabtu 23 Agustus 2008 beberapa mahasiswa yang biasa disebut GAMBUS (Gabungan mahasiswa bobok kampus) diwisuda..
Untuk pertama kalinya gelar Sarjana Ilmu Komunikasi atau S.Sikom disandang. Sebelumnya gelar yang disandang adalah Sarjana Sosial atau S.Sos.
Haru dan tetesan air mata turut menyertai prosesi pelepasan itu. Berbagai kendala dan rintangan akhirnya bisa dilalui. Awalnya beberapa orang dan akademik beranggapan bahwa Gambus hanyalah kumpulan mahasiswa tanpa orientasi masa depan yang jelas. Tapi ternyata sebagian besar acara kampus diramaikan dan dibantu para anak rantau ini.
Dan akhirnya mata akademik telah terbuka gambus berhasil diwisuda dan beberapa diantaranya telah lebih dulu 'laku' dan memiliki profesi yang membanggakan..
Pada hari Sabtu 23 Agustus 2008 beberapa mahasiswa yang biasa disebut GAMBUS (Gabungan mahasiswa bobok kampus) diwisuda..
Untuk pertama kalinya gelar Sarjana Ilmu Komunikasi atau S.Sikom disandang. Sebelumnya gelar yang disandang adalah Sarjana Sosial atau S.Sos.
Haru dan tetesan air mata turut menyertai prosesi pelepasan itu. Berbagai kendala dan rintangan akhirnya bisa dilalui. Awalnya beberapa orang dan akademik beranggapan bahwa Gambus hanyalah kumpulan mahasiswa tanpa orientasi masa depan yang jelas. Tapi ternyata sebagian besar acara kampus diramaikan dan dibantu para anak rantau ini.
Dan akhirnya mata akademik telah terbuka gambus berhasil diwisuda dan beberapa diantaranya telah lebih dulu 'laku' dan memiliki profesi yang membanggakan..
Selamat berjuang Kawan...!!!
"MERDEKA......!!!!"
"MERDEKA......!!!!"
Label:
potrait
Pekik "MERDEKA" ditengah malam...
.gif)
Dengan penuh kesadaran dan jiwa nasionalismenya, warga Semampir AWS ini menggelar upacara bendera tepat tengah malam.
Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dibulan inilah tonggak sejarah baru bangsa Indonesia telah ditancapkan. Sebuah negara baru dengan bentuk Kesatuan Republik Indonesia telah lahir..... Tepatnya tanggal 17 Agustus 1945.
Negara ini tidak lahir dengan cuma-cuma...
Berbagai perjuangan yang mebutuhkan pengorbanan harta, tetesan darah dan air mata, hingga melayangnya nyawa adalah harga yang harus dibayar untuk kemerdekaan bangsa ini..
Negara ini tidak lahir dengan cuma-cuma...
Berbagai perjuangan yang mebutuhkan pengorbanan harta, tetesan darah dan air mata, hingga melayangnya nyawa adalah harga yang harus dibayar untuk kemerdekaan bangsa ini..
Meski harus jatuh bangun untuk memenangkan perlombaan, tetapi semangat dan kebersamaan untuk mengisi kemerdekaan ini sangat nampak di wajah para peserta lomba...
Surabaya adalah salah satu kota saksi sejarah perjuangan menuju kemerdekaan. Bahkan predikat kota Pahlawan disandang karena peristiwa bersejarah gugurnya ribuan arek-arek Suroboyo dalam menghadang laju tentara Sekutu memasuki tengah kota. Dalam peristiwa ini pula seorang jendral besar tewas. Sebuah kejadian yang sangat jarang dalam sebuah peperangan.
Sudah menjadi hal yang sangat biasa jika memasuki awal bulan Agustus berbagai perayaan menyambut hari kemerdekaan digelar di kota buaya ini. Bahkan hampir disetiap RT dan gang-gang kecil menggelar berbagai acara untuk memperingati hari jadi bangsa ini. Tak terkecuali warga di kawasan Medokan Semampir AWS.
Sudah menjadi hal yang sangat biasa jika memasuki awal bulan Agustus berbagai perayaan menyambut hari kemerdekaan digelar di kota buaya ini. Bahkan hampir disetiap RT dan gang-gang kecil menggelar berbagai acara untuk memperingati hari jadi bangsa ini. Tak terkecuali warga di kawasan Medokan Semampir AWS.
Meskipun digelar tengah malam, ibu-ibu tak mau kalah dalam menyemarakkan perayaan HUT RI ke 63.
Berbagai acara mulai dari tirakatan, hiburan, perlombaan hingga upacara digelar warga. Berbagai elemen masyarakat berbaur meramaikan berbagai acara tadi. Tak terkecuali ibu-ibupun mengikuti berbagai perlombaan yang digelar pada 16 Agustus lalu.
Meski sekilas terlihat mudah, tetapi para peserta mengalami kesulitan dalam menyusun bungkus mie instant.
Aneka acara dan lomba khas Agustus-an digelar malam itu. Mulai dari balap karung, lomba makan kerupuk, lomba balapan 'nyunggi tampah', tarik tambang, karaoke, dan pada puncak acara digelar renungan dan upacara bendera.
Hembusan angin yang cukup kencang ditambah keusilan para penonton membuat para peserta mengalami kesulitan menyelesaikan lomba makan krupuk ini.
Tahun ini adalah untuk kedua kalinya upacara bendera lewat tengah malam digelar. Jumlah pesertapun semakin bertambah. Tak jarang para pengguna jalan yang lewat berhenti, dan ikut serta dalam upacara ini. Pada tahun sebelumnya, upacara tengah malam dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu perjuangan diiringi oleh musik rebana atau hadrah.
Label:
foto lepas
24 Juli 2008
"Pengantinku"
Dengan segenap ketetapan hati...
Terucap janji didepan kadi,
"Selapik seketiduran, sehati sepenanggungan.."
Dengan hati dan pikiran yang bersih dan mantap...
Dengan perkenan Yang Maha Kuasa...
Segala masalah yang dijumpa dijalan yang dilalui..
Pasti akan bisa diatasi...
Terucap janji didepan kadi,
"Selapik seketiduran, sehati sepenanggungan.."
Dengan hati dan pikiran yang bersih dan mantap...
Dengan perkenan Yang Maha Kuasa...
Segala masalah yang dijumpa dijalan yang dilalui..
Pasti akan bisa diatasi...
(Nunik Silalahi)
Label:
Wedding
21 Juli 2008
"Ngudut sedelo.."
"Akhir-akhir iki tanggungan kok rasane tambah abot lan tambah numpuk...
Kaya-kaya wis ora kuwat ngleksanaake pakaryan kuwi mau kabeh...
Ning koyo ngopo kuwi mau tanggung jawabku...
Senajen abot, pakaryan kuwi kabeh kudu biso dirampungake..
Siji blaka siji yen wis diniati kabeh mau bakal mari..
Ngaso sedelo sinambi ngudut ora bakal dadi ngopo...
Jarene wong-wong leyeh-leyeh enak tenan...
Sing penting pakaryan tetep bisa tuntas kanti sampurno... "
( Simbah lagi ngelu mikir kerjoan, skripsi lan ora duwe duwit)
Label:
potrait
24 Juni 2008
"Nikmatnya Sensasi Sang Cobra"
Ular Cobra adalah teman dan sumber penghidupannya.
Setiap hari Agus dan keluarganya bercengkrama dengan salah satu ular paling mematikan ini.
Setiap hari Agus dan keluarganya bercengkrama dengan salah satu ular paling mematikan ini.
Cobra Jawa (Naja Sputatrix) atau orang Jawa biasa menyebutnya 'ular sendok' ternyata tak hanya ular berbisa dan sangat berbahaya, tetapi juga memiliki manfaat yang luar biasa. Ditangan seorang Agus Brewok, ular beracun ini bisa menjadi berbagai obat, barang kerajinan seperti dompet, ikat pinggang hingga diolah menjadi berbagai sajian yang nikmat untuk disantap...
Agus Brewok dengan hati-hati mengambil bagian-bagian tubuh cobra yang sangat berkhasiat. Mulai dari cara menyembelih, mengambil darah, empedu dan sumsum cobra semua dilakukannya sendiri. Dan para pelanggan bisa melihat langsung atraksi dan kepiawaian sang pawang dalam menaklukan ular cobra.
Setelah organ penting sang cobra diambil, kini giliran dagingnya diolah menjadi berbagai menu masakan yang lezat. Daging kobra memiliki karakter lebih empuk dan berwarnah putih, sedangkan daging biawak lebih kenyal dan berwarna merah.
Di sebuah warung kaki lima di jalan Sumatera sebelah selatan hotel Sahid, lelaki brewok ini menggelar berbagai macam sajian kuliner ekstrem. Mulai dari darah cobra, empedu, abon, rica-rica cobra, soup cobra, biawak, minyak bulus (kura-kura air tawar), tokek, dan berbagai sate dari binatang ekstrim ini.
Awal usahanya pria brewok ini hanya menjual dan mengambil sumsum, darah serta empedu untuk keperluan pengobatan tradisional saja. Karena merasa sayang jika daging dan kulitnya dibuang, maka iseng-iseng keluarga unik ini mengolah dagingnya menjadi masakan yang nikmat.
Ular-ular berbisa yang datang dari penangkaran dan kiriman dari Mojokerto, Kediri dan Nganjuk ini awalnya hanya untuk memenuhi pesanan saja. Seperti pada malam itu, seorang dokter RSUD Dr. Soetomo telah memesan empedu dan sumsum cobra via telpon. Dan sekitar setengah jam setelah telpon tadi, sebuah kendaraan dengan pengendara yang klimis dan bersih menepi dan turun untuk mengambil pesanannya.
Awal usahanya pria brewok ini hanya menjual dan mengambil sumsum, darah serta empedu untuk keperluan pengobatan tradisional saja. Karena merasa sayang jika daging dan kulitnya dibuang, maka iseng-iseng keluarga unik ini mengolah dagingnya menjadi masakan yang nikmat.
Ular-ular berbisa yang datang dari penangkaran dan kiriman dari Mojokerto, Kediri dan Nganjuk ini awalnya hanya untuk memenuhi pesanan saja. Seperti pada malam itu, seorang dokter RSUD Dr. Soetomo telah memesan empedu dan sumsum cobra via telpon. Dan sekitar setengah jam setelah telpon tadi, sebuah kendaraan dengan pengendara yang klimis dan bersih menepi dan turun untuk mengambil pesanannya.
Berbagai hidangan kuliner ekstrim namun tetap lezat ini, disajikan langsung oleh Agus Brewok dan istrinya. Sate, rica-rica dan krengsengan adalah menu yang paling banyak digemari para langgannya.
Di 'cafe Jungle' ini melayani sate cobra hanya jika ada pemesan empedu dan sumsumnya saja. Karena jika tidak ada pemesan dan hanya diambil dagingnya Agus tidak akan pernah bersedia menyembelih ular-ularnya. Untuk memotong ular berbisa ini, keadaan ular harus masih hidup dan dipotong lima jari dari kepalanya. Karena jika ular yang sudah mati atau memotongnya tidak hati-hati, maka racun dari ular ini akan menyebar keseluruh tubuh dan dagingnya akan sangat berbahaya bila dikonsumsi.
Mulai sore hari para pelanggan mulai berdatangan, dan istri Agus Brewok dengan cekatan melayani permintaan para penggemar masakan ekstrim ini. Tak jarang mereka terlebih dahulu memesan lewat telepon.
Keluarga unik ini telah lebih dari 18 tahun berjualan masakan ekstrim. Bahkan anaknya yang paling kecil sudah tidak lagi takut bermain dengan ular cobra dan binatang berbisa lainnya. Untuk stu porsi sate Cobra para pembeli cukup merogoh koceknya sebesar Rp. 30.000,- dan sate biawak seharga Rp. 20.ooo,- Untuk mengolah daging yang memberikan sensasi panas bagi siapa saja yang menyantapnya ini, Agus mengaku ada doa-doa khusus agar masakan olahannya lebih berkhasiat. Sedangkan dari sang istri sendiri juga memiliki rahasia resep masakan agar daging yang diolah tidak amis, tapi tetap empuk dan nikmat.
'Cafe Junggle' adalah nama yang diberikan oleh para pelanggannya. Karena berbagai olahan dari binatang ekstrim dan berbisa yang hanya biasa hidup di hutan, disajikan di salah satu kakilima di sebelah selatan Hotel Sahid Surabaya ini. Sensasi nikmat dari karakter panas daging reptil ini, benar-benar mampu membuat ketagihan para pelanggannya.
Selain ular cobra, lelaki yang pernah menjadi bintang pemburu hantu disalah satu stasiun TV swasta ini juga menerima pesanan binatang unik lainnya. Dan bisa dipesan via telpon yang nomornya tercantum di gerai warungnya. Sensasi nikmat dan manfaat sate cobra Jungle Cafe, ternyata tak hanya terkenal di Surabaya. Malam itu sepasang suami istri datang khusus dari Jakarta hanya untuk menikmati sensasi panasnya daging sang cobra. Selain nikmat sate cobra dan biawak memiliki khasiat bermacam-macam. Mulai untuk mengobati penyakit kulit, asma, migren hingga untuk vitalitas pasangan suami-istri.
Label:
foto lepas
Langganan:
Postingan (Atom)


.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)










